BestPTCSite

Rabu, 10 Februari 2016

Kho Ping Hoo - BKS#17 - Pusaka Pulau Es

Kho Ping Hoo - BKS#17 - Pusaka Pulau Es
 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1Pusaka Pulau Es

Seri : Bu Kek Siansu #17

Karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo

Pria penunggang kuda itu menghentikan kudanya dan memandang ke sekeliling dan dia terpesona. Memang pagi itu indah bukan main. Di sekeliling tempat itu terdapat bukit-bukit berjajar-jajar. Bukit-bukit di timur masih nampak gelap karena matahari baru muncul meng­intai dari balik punggung mereka. Akan tetapi bukit-bukit di barat sudah mulai menerima sinar matahari pagi yang kuning keemasan.

Nampak kabut menyingkir perlahan dihalau sinar matahari pagi. Sinar matahari pagi yang masih lembut namun sudah garang itu menerobos di antara kabut, sungguh merupakan keindahan yang sukar untuk dilukiskan. Keindahannya lebih terasa di dalam hati daripada di dalam mata. Burung-burung beterbangan mulai meninggalkan sarang, dan masih ada sempat berkicau di antara ranting-ranting pohon, membuat suasana makin ceria gembira dan mendorong seseorang untuk ikut bernyanyi-nyanyi. Matahari pagi mulai muncul dan sin
... baca selengkapnya di Kho Ping Hoo - BKS#17 - Pusaka Pulau Es Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 07 Februari 2016

Kedamaian Dunia

Kedamaian Dunia Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selama ini, Aku tak mempercayai adanya keajaiban. Walaupun Aku sering melihat dan mendengar banyak fakta tentang keajaiban. Tapi Aku tak pernah percaya akan itu. Sampai akhirnya, ada hal yang membuatku sangat percaya akan adanya keajaiban.

“Dhira! Kamu harus teruskan perjuangan Ayah… hanya kamu yang diwarisi aliran darah itu! Kamu harus selamatkan Dunia kita!” ungkap Ayah. Saat itu, Dunia yang selama ini kutempati sudah sangat hancur. Tidak banyak yang dapat merubah keadaan ini. Entah sejak kapan Dunia kami dipenuhi dengan monster-monster menjijikkan dalam bentuk naga raksasa. Mereka memperbudak seluruh manusia yang ada di Dunia ini. Sudah banyak nyawa yang hilang di Dunia ini. Dan konon, yang bisa memusnahkan monster naga itu hanyalah Pedang Api.
“Tapi, Yah… kenapa Aku? Aku seorang perempuan dan Aku tak yakin dapat melakukannya!” tolakku.
“Sayang… hanya kamu yang bisa. Apa kamu tidak melihat banyak yang sudah kehilangan nyawa? Bahkan, Anak kecil yang tak bersalah pun ikut menjadi korban. Sekali lagi, Ayah mohon… hari ini adalah hari terakhir kita untuk selamatkan Dunia!” ujar Ayah lagi.
H
... baca selengkapnya di Kedamaian Dunia Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu